Sejawat hipnoterapis AWGI bertanya pada saya tentang program Advanced SECH. Ia berminat ikut program ini.
Saya tanya mengapa ia berminat ikut kelas Advanced SECH. Ia jawab bahwa dirinya aktif melakukan terapi dan telah banyak klien yang berhasil ia bantu dengan sangat baik.
Klien-kliennya mengalami perubahan hidup luar biasa setelah menjalani konseling atau terapi dengannya. Ia ingin mempelajari hipnoterapi lebih dalam lagi agar semakin mampu membantu klien-kliennya. Ia pun berbagi cerita mengenai beberapa kasus yang cukup kompleks yang baru saja ia tangani.
Menurutnya, dengan hanya mengikuti kelas ð’ðœð¢ðžð§ðð¢ðŸð¢ðœ ð„ð„ð† & ð‚ð¥ð¢ð§ð¢ðœðšð¥ ð‡ð²ð©ð§ð¨ðð¡ðžð«ðšð©ð²® (ð’ð„ð‚ð‡) reguler selama 110 jam, yang terdiri dari 10 hari pertemuan tatap muka di kelas, ia sudah mampu membantu kliennya dengan sangat baik. Banyak kasus yang berhasil ia tangani dan selesaikan. Ia sangat yakin, jika ia mempelajari materi kelas Advanced SECH, hasil yang dicapainya pasti akan jauh lebih luar biasa.
Saya jelaskan padanya bahwa kelas Advanced SECH sangat eksklusif dan diselenggarakan dengan syarat dan ketentuan yang ketat, standar yang jauh lebih tinggi dari kelas SECH reguler.
Mendengar jawaban saya, sejawat ini berkomentar, "Ikut kelas SECH reguler saja syarat dan standarnya sangat tinggi. Kalau kelas advanced, apa ya Pak syaratnya?"
Saya jelaskan, syarat mengikuti kelas Advanced SECH antara lain:
- Calon peserta harus seorang hipnoterapis aktif, konsisten melakukan terapi minimal selama dua tahun, praktik hanya menggunakan protokol lengkap AWGI, tidak mencampur dengan teknik atau pendekatan lain yang tidak diajarkan di kelas SECH.
- Calon peserta harus terus mendalami landasan teori, teknik, dan protokol yang digunakan seiring dengan berbagai kasus yang ditangani dan temuan di ruang praktik. Sangat disarankan ia terus belajar dengan membaca buku-buku teks, artikel-artikel jurnal, mengikuti pelatihan lainnya yang sejalan dengan materi SECH.
- Calon peserta wajib menulis lengkap dan detil 25 (dua puluh lima) laporan kasus yang ia tangani.
- Calon peserta memiliki rekam jejak yang baik.
- Calon peserta praktik seturut standar layanan dan kode etik yang telah ditetapkan.
- Calon peserta lulus ujian saringan, terdiri atas tiga topik: teori / teknik, studi kasus, dan uji pemahaman dan pengambilan keputusan dalam menangani kondisi kompleks spesifik.
- Dan masih ada penilaian lain yang dilakukan tim AWGI, di luar hal yang telah disebutkan di atas.
Hipnoterapis yang baru selesai pendidikan di AWGI tidak bisa langsung mengikuti kelas advanced. Mereka butuh banyak praktik, pengalaman, dan jam terbang.
Program pendidikan hipnoterapis di AWGI bertujuan menghasilkan hipnoterapis berkompetensi terapeutik tinggi, mampu melakukan praktik hipnoterapi dengan penuh tanggung jawab, aman, efektif, bukan sekadar dapat sertifikat atau punya gelar tambahan.
Peserta yang mengikuti program SECH berdurasi 110 jam, dan dinyatakan lulus, mendapat gelar nonakademik Certified Hypnotherapist atau CHt®. Setelah mengikuti kelas advanced berdurasi 100 jam, mereka mendapat gelar nonakademik Certified Clinical Hypnotherapist atau CCH®.
Untuk mendapat gelar CCH® di AWGI bukan perkara mudah. Ada banyak syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi setiap hipnoterapis. Mereka harus mengikuti pendidikan intensif dengan total durasi 210 jam tatap muka di kelas. Terakhir kali saya selenggarakan kelas Advanced SECH di tahun 2015.
Sebenarnya ada sangat banyak pengetahuan dan teknik terapi yang dulu diajarkan di kelas advanced, kini diajarkan di kelas SECH reguler. Jadi sebenarnya, dengan mengikuti kelas SECH reguler 110 jam peserta telah mendapat banyak materi Advanced SECH. Sementara untuk kelas Advanced SECH, saya telah melakukan pengkinian (update) dan peningkatan (upgrade) materi.
Apakah di kelas Advanced SECH juga diajarkan materi khusus seperti hipnosis untuk pendidikan anak, komunikasi, bisnis, coaching, belajar / mengajar, forensik, anestesi, dan sejenisnya?
Saya tidak secara khusus mengajarkan materi ini. Bila ada hipnoterapis AWGI ingin mendalami satu bidang tertentu, saya dukung penuh. Tapi ini tidak bisa diajarkan di kelas. Ini adalah penjurusan seturut minat masing-masing dan butuh pendalaman.
Beberapa hipnoterapis AWGI ada yang secara khusus mendalami aplikasi hipnoterapi untuk tindakan gigi, pelangsingan, swahipnosis, membantu wanita hamil dan bersalin dengan mudah dan nyaman, pendidikan anak dan keluarga, pengajaran di kelas, meningkatkan prestasi atlet, forensik, sakit psikosomatis, dan bidang-bidang lainnya.
Saya mendukung upaya mereka belajar aplikasi hipnoterapi di bidang spesifik. Namun, ada syarat yang harus mereka penuhi. Mereka harus aktif praktik, agar memiliki pengetahuan dan kompetensi tinggi, yang selanjutnya ditransfer ke bidang lain seturut minat mereka.
Jadi, menurut hemat saya, sangat sulit atau bahkan tidak mungkin, hanya dengan belajar di kelas, mereka bisa langsung menjadi spesialis di bidang tertentu.
Murid saya, Mia Gracia, dokter gigi, mendalami aplikasi hipnoterapi untuk tindakan gigi. Dokter Mia belajar, baca banyak literatur, praktik, melakukan ujicoba teknik selama tiga tahun. Setelahnya, ia membangun protokolnya sendiri. Dan ini ditulis ke dalam buku Hypnosis in Dentistry.
Demikian juga Conny Widya Hermina dan Agus Wirajaya. Mereka, pasangan suami istri, melakukan riset literatur dan ujicoba teknik selama tiga tahun, hingga akhirnya berhasil menyusun protokol yang sangat efektif membantu para wanita menjalani kehamilan dan melahirkan dengan mudah dan nyaman. Mereka menulis buku The Conny Method.
Agus Wiraja juga melakukan pendalaman khusus di bidang swahipnosis selama tiga tahun. Agus baca banyak literatur tentang swahipnosis, termasuk beberapa buku klasik yang cukup sulit didapat.
Ia merancang dan melakukan ujicoba protokolnya. Setelah protokol swahipnosis ini terbukti efektif dan memberi hasil konsisten seperti yang diharapkan, barulah ia mengajarkannya kepada publik lewat pelatihan.
Demikian juga Kristin Liu, yang mengambil spesialisasi di pelangsingan tubuh. Kristin melakukan riset literatur, ujicoba teknik selama tiga tahun, akhirnya berhasil mencipta protokol yang terbukti efektif, dan menulis buku Quantum Slimming.
Selama kurun waktu tiga tahun, saya berdiskusi dan memberikan bimbingan, arahan, saran, masukan kepada mereka, dan juga membantu mencarikan literatur yang mereka butuhkan.
Buku-buku yang ditulis drg. Mia Gracia, Conny Widya dan Agus Wirajaya, dan Kristin Liu semuanya adalah buku laris yang diterbitkan penerbit terkemuka, PT. Gramedia Pustaka Utama.
Salah satu peserta SECH, dokter anestesi, usai pelatihan, memutuskan mendalami aplikasi hipnosis dan hipnoterapi untuk anestesi, membantu pasien-pasiennya di rumah sakit. Saya beri saran dan masukan padanya. Akhirnya, ia mampu melakukan anestesi dengan hipnosis, dengan sangat berhasil. Dokter ini praktik di dua rumah sakit besar di Jakarta.
Ada hipnoterapis AWGI, berprofesi sebagai pengacara, berminat mendalami hipnosis untuk forensik. Saya tentu sangat mendukung minatnya. Saya sampaikan padanya bahwa ia hanya bisa melakukan hipnosis forensik dengan efektif, benar, dan akurat bila ia menguasai dengan sangat baik dan fasih melakukan teknik regresi hipnotik.
Tanpa pemahaman yang benar cara melakukan regresi, diksi yang boleh dan tidak boleh digunakan, cara kerja dan sifat memori, termasuk risiko terciptanya memori palsu, kedalaman kondisi hipnosis, prinsip kerja pikiran bawah sadar, cara mengatasi memori yang direpresi, dan masih banyak hal penting lainnya, ia tidak akan bisa melakukan hipnosis forensik dengan benar dan akurat.
Saya bisa saja mengajarinya hipnosis forensik, namun ini tidak akan baik hasilnya tanpa ia memiliki landasan pengetahuan dan pemahaman yang kuat, dibangun melalui praktik hipnoterapi berkelanjutan.
Beberapa tahun lalu pernah ada seorang sahabat saya, praktisi dan pengajar hipnoterapi, datang ke AWGI jumpa saya. Sahabat ini menyatakan keinginannya untuk ikut kelas Advanced SECH.
Saya sampaikan padanya bahwa syarat untuk ikut kelas Advanced SECH adalah telah menyelesaikan pendidikan SECH Reguler berdurasi 110 jam atau 10 hari tatap muka di kelas.
Sahabat ini tidak bersedia ikut kelas SECH Reguler dengan alasan ia telah belajar hipnoterapi, di tempat lain, dengan durasi pendidikan 100 jam, dan ia juga adalah praktisi dan pengajar hipnoterapi. Menurutnya, pengalamannya sudah cukup sebagai dasar untuk langsung ikut kelas Advanced SECH.
Saya tidak izinkan ia ikut kelas Advanced SECH karena walau ia telah belajar hipnoterapi 100 jam, landasan teori dan tekniknya berbeda dengan yang diajarkan di AWGI. Sementara kelas Advanced SECH adalah lanjutan dari SECH Reguler.
Proses pembelajaran di AWGI memang sangat ketat. Terdapat banyak aturan, ketentuan, dan standar yang harus dipatuhi. Semua ini bertujuan agar setiap alumnus benar-benar mampu berkembang dan tumbuh secara optimal menjadi hipnoterapis terbaik yang ia bisa menjadi, dan mampu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Inilah alasan utama saya tidak dapat dan tidak bersedia menyelenggarakan pelatihan hipnoterapi secara daring (online), meskipun terdapat banyak permintaan. Kebijakan ini telah saya terapkan sejak pertama kali saya mengajar hipnoterapi di tahun 2008, dan berlaku hingga saat ini.
Bagi saya pribadi, sertifikat dan gelar bukanlah yang utama. Sertifikat dan gelar adalah pernyataan bahwa seseorang telah mengikuti dan menyelesaikan program pelatihan atau pendidikan tertentu. Namun ini bukan jaminan bahwa ia memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan kerjanya secara optimal.
Klien membutuhkan terapis yang mampu membantu mereka mengatasi masalah, bukan terapis yang memiliki banyak sertifikat atau gelar tetapi tidak kompeten. Tentu saja, idealnya, seseorang memiliki banyak sertifikat, banyak gelar, dan juga kompetensi yang tinggi.
Dipublikasikan di https://www.old.adiwgunawan.com/articles/advanced-sech-dan-spesialisasi-hipnoterapis-awgi pada tanggal 20 Mei 2024 13:36